Jumat, 08 Juni 2012

INI JIWAKU

Aku hanya bisa marah sendiri,kecewa sendiri,menangis sendiri ketika tiada yang tau jiwaku.
Mungkin tangisku biasa, tapi sangat luar biasa saat kamu sudah menyentuh hatiku. Dan mungkin tertawaku biasa, tetapi sangat luar biasa ketika kamu sudah menyentuh kehidupanku.
 
"Aku sepertimu,oh malam,gelap,hening, telanjang;
aku berjalan diatas nyala api yang berada dalam lamunanku tegap lurus ikuti tujuanku.
"Tidak,kau bukan aku Orang Gila;
karena kamu masih ke belakang untuk melihat besarnya jejak kakimu dan kebingungan
"Aku sepertimu oh malam,liar dan mengerikan;
karena tangisku penuh harapan yang akan ku taklukan tak akan ku lupakan
"Siapa engkau Orang Gila?
Bukan!karena kau gemetar sebelum kesakitan dan berlari ketika angin mengejarmu
"Ya!aku yakin akulah malam;
aku sabar,bergairah karena di dadaku seribu kekasih yang mati dikuburkan dalam ciuman yang layu
"Pergi Kau Orang Gila!
Karena jiwamu terbungkus dalam angan-angan,kau tidak memegang hatimu dalam tanganmu
Kau sendiri yang harus memanjat jiwaku yang berliku dan tajam. Kekalahan, kekalahanku, kebencianku yang tak terkalahkan. Sayangku dengarlah detak jantungku disaat kapanpun kamu mau, dengan naluri tajam kamu akan rasakan tanpa kau tanya
Dan tidak ada orang lain selain kau yang berbicara kepadaku tentang kepakan sayap, badai yang bahagia karena iramanya.
KAU dan AKU seharusnya tertawa bersama dengan badai,dan bersama KITA menggali kubur untuk semua yang mati dalam diri KITA!! :-)

Nenggar Sesanti

My Town


Asale usule kota MADIUN

Konon dahulu kala ada seorang Bupati yang mempunyai seorang pembantu, dia punya nama Pembayun. Sang adi pati sangat gemar mengembara dengan pembantu kesayangannya itu.
Di petang itu mereka berdua pergi ke suatu desa terpencil yang masih teramat sepi dan jarang sekali penduduknya. Mereka pergi untuk berburu binatang, singkat cerita mereka tiba ditempat tujuan dan lekas ke dalam desa tersebut.
Terlalu asik mereka berburu semakin jauh mengejar buruannya dan akhirnya mereka berdua terpisah dengan jalurnya masing-masing, sang adi pati mulai menyadari
“Saya dimana, apakah saya tersesat…”ujarnya.  (dengan mimik kebingunggan), ia pun mulai mencari jalan yang dilaluinya tadi, karena terlalu jauh dan bertikuk ia lupa arah yang dilewatinya. Haripun mulai gelap, angin semakin dingin, suara binatang banyak terdengar hanya diterangi bulan bintang dunia.
          Kebingunganlah sang adi pati “Pembayun kau dimana!…..” telah capek ia berteriak sepanjang jalan, dari suatu sudut ia malihat banyangan putih, ia mulai khawatir tentang fikirannya itu selalu menepis tentang fikirnya. “mungkin hanyalah bayanganku” tetapi ia bergerak-gerak. Tak kuat lagi ia menahan gelombang adrenalinnya. Lugas spontan ia berteriak
Mediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii………………Yuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.poconggg
Yang dalam arti bahasa Jawa Medi : TAKUT.  Yun : yang berarti memanggil pembantunya itu. Nah saat itu juga warga ada yang mendengar dan berdatangan memberi pertolongan.
          Sejak saat kejadian itulah Desa tersebut  di beri nama MADIUN dan sampai sekarang masih ada di Propinsi Jawa Timur, Desa Sangen, Kecamatan Geger, kabupaten MADIUN.
Itu adalah tempat Ibuku dan Aku dilahirkan ….

Kamis, 31 Mei 2012

Marah

MARAH

Dalam satu kelas seorang pelajar bertanya :

Murid : Kenapa orang bertengkar suka menjerit-jerit dengan suara yang kuat padahal jarak kedua-duanya berdekatan dan bertemu muka ?

Guru : Walaupun mereka berada berdekatan,namun hati mereka terlalu jauh. Makin kuat mereka yang bertengkar itu menjerit semakin jauh kedudukan hati antara mereka berdua
Guru itu menambahkan : Berbeda dengan orang yang sedang di lamun cinta. Walupun jarak fisik mereka beribu meter jauhnya, cukuplah memadai dengan nada suara yang kecil di dalam telepon sudah dapat merapatkan hubungan antara mereka.

          Ini persoalan hati…sekiranya marah. Cobalah untuk bertenang…jangan di bangkit perasaan marah di depan individu yang sedang dimarahi…menahan marah besar pahalanya. Awal kemarahan ada kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.

SEMUT


SEMUT
Petang itu aku ke taman. Membawa sebungkus nasi berlauk ayam goreng, telur goreng dan bergedel. Setelah aku selesai makan, bagian kuning yang aku tak makan aku buang ke atas tanah.
Kemudian aku membaca buku. Waktu itu aku melihat seekor semut hitam besar dikuning telur yang aku buang ke atas tanah tadi. Aku biarkan saja semut itu. Aku terus membaca.
Tak sampai lima menit ratusan semut hitam datang berbaris datang dan pergi kearah kuning telur yang aku buang. Sebentar saja kuning telur itu tinggal separuh.
Aku sungguh tercenung, apakah sistem informasi yang di pakai oleh semut-semut itu ?
Sekejap mata aku, semua semut itu sudah mengetahui kabar tentang kuning telur yang ku buang. Aku bertanya-tanya bagaimana bentuk pengumuman yang di sampaikan kepada anggota jamaah semut tentang rezeki itu
Apa mereka pakai satelit telepon ? kartu apa ?  murah ? Mau dong ! Telkomsel ? Indosat ? Esia ? XL ? Atau XXXXL ? :DDD
Mungki begini :” Wahai semut-semut saudaraku sekalian, ada seorang manusia yang memubazirkan dan tidak bersyukur telah membuang kuning telurnya. Mari kita angkut masuk dalam sarang. Kalau manusia itu tidak tahu bersyukur, biarkan kita saja yang bersyukur pada Allah.
Aku memang hamba yang tidak tahu bersyukur ! 
Asstagfirullah!!
Seharusnya aku malu pada semut. Aku akan belajar pada semut-semut itu.